Senin, 06 Mei 2013

anti korupsi (katanya)

Korupsi adalah penyakit kronis bagi bangsa ini. Setiap hari kita disuguhi berita penangkapan tersangka korupsi, lalu kisah itu berkembang dengan berapa nilai korupsinya, untuk apa dan sebagainya...
Karena setiap hari kita membaca dan melihat orang-orang yang melakukan korupsi, akhirnya kita terbiasa dengan peristiwa yang namanya korupsi itu.

Banyak orang meragukan apakah kita bisa membasmi korupsi, bahkan pada sebuah milis yang saya ikuti sempet diangkat sebuah senggolan berita :

Pemuda pesimis terhadap pemberantasan korupsi. 
= Jangan2 karena mereka bercita-cita jadi koruptor? 


Lalu ada yang menanggapi :

Siapa yang tak merasa pesimis kalau melihat para koruptor 
punya duit tak terbatas (duit = kuasa)? 
Salut pada mereka yang berani melawan korupsi tanpa punya 
duit! All the best! 

:=(( 
Las 


-

Saya juga pemuda... walaupun sudah hampir 32 tahun.. 
Pesimis terhadap pemberantasan KORUPSI karena KPK aja belum tentu akan kebersihannya...... 
Pertanyaannya SEYAKIN apa KPK sudah BERSIH ????? 
Ya namanya manusia, masih di maklumi... 

Thanks, 
FK 


Dan akhirnya saya memberi sedikit tanggapan yang diamini oleh yang mengangkat isu tersebut

Pesimis itu cenderung dikarenakan ketidakyakinan bahwa diri kita sendiri belum tentu bisa untuk tidak korupsi... 
Keyakinan bisa dibangun jika kita bisa memberi teladan untuk menjadi pribadi yang menolak korupsi 
Jangan bergantung kepada pihak lain (KPK dkk) 
Jika masing-masing dari kita bisa tidak korupsi, maka spesies koruptor pun akan berkurang jumlahnya 
Tidak usah iri dengan koruptor muda yang cepet kaya raya 
Mari mulai membangun negeri melalui teladan yang baik dari diri 

Matur nuwun 
[e] 
eko sulistiyono 

Dari diskusi singkat di milis tersebut, terlihat ada kecemburuan terhadap para koruptor.


Nah, mari kita kembali melihat ke dalam diri kita, seberapa korupsikah kita???

Dari kecil, ketika kita masih duduk di bangku sekolah, seberapa sering kita mencontek??
Sepertinya adalah hal sepele, tapi itu adalah satu tindakan korupsi dalam skala kecil. Kita tidak jujur dengan diri kita. Memanipulasi kemampuan kita dengan sebuah kecurangan.
Dan ketika kita mendapat nilai bagus dari mencontek itu, maka kita akan menjadi bangga...
Sebuah kebanggaan yang semu...

Korupsi bukanlah dari besar kecil nilainya, tapi korupsi adalah tindakan. Tindakan yang akan menjadi dasar sikap kita dalam menyikapi segala permasalahan dalam hidup.

Demikian pula ketika kita berada di jalan, banyak orang yang menerobos jalan saat lampu lalu lintas menyala merah atau berhenti melewati garis marka jalan. Juga saat macet, banyak juga pengendara motor yang nekad melewati trotoar yang jelas-jelas peruntukannya bagi pejalan kaki.

Ketika orang-orang itu kita tanya apakah mereka anti korupsi, pasti jawabannya adalah IYA... Nah, ada ketidaksamaan antara kata-kata dan tindakannya.
Untuk hal-hal kecil aja mereka korupsi, apalagi jika mendapatkan kekuasaan.
Korupsi bukan hak orang kaya dan pejabat, tapi semua lapisan masyarakat.

Sekarang mari kita kembali ke diri kita.
Kita dinilai dari tindakan kita, bukan hanya dari pernyataan saja.
Untuk membasmi korupsi, mari kita bersama-sama mulai berdisiplin, melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang seharusnya. Mengikuti aturan dan etika. Dan jangan pernah berusaha untuk memiliki yang bukan menjadi haknya.


Cara terbaik untuk membangun negeri ini adalah kita memberi teladan yang baik dari diri kita sendiri


matur nuwun
[e]
Eko Sulistiyono

Tidak ada komentar:

Posting Komentar